Sabtu, 31 Maret 2012

Karya Ilmiah: Sel



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Para ahli biologi sekarang ini banyak menaruh perhatian pada sel. Hal ini di karenakan hampir seluruh pemehaman terhadap proses dan kegiatan-kegiatan yang terjadi pada makhluk hidup di awali dengan mempelajari struktur dan fungsi sel.
Pada masa lalu sebelum di temukannya mikroskop,para ahli biologi belum menyadari akan pentingnya sel sebagai unit struktur dan fungsional dari kehidupan. Ukuran sel sangat kecil sehingga tidak dapat di jangkau dengan mata telanjang manusia. Hanya setelah ditemukannya suatu alat yang di namakan mikroskop maka mulailah para ilmuwan mencurahkan perhatiannya pada apa yang dinamakan sel.

Struktur sel untuk pertama kali di laporkan oleh seorang ilmuwan Inggris bernama Robert hooke,tepatnya pada tahun 1665 atau kurang lebih 342 tahun yang lalu. Ia telah melakukan penelitian pada sayatan tumbuhan gabus (Quercus suber) yang sangat tipis dengan menggunakan mikroskop. Pada sayatan gabus tersebut di temukan adanya ruang-ruang kosong yang dibatasi dinding-dinding dan tampak seperti sarang lebah madu. Ia memberikan penemuannya itu “ CELLA” yang artinya ruang kosong.
Setiap makhluk hidup tersusun atas sel. Sel merupakan satuan unit terkecil suatu individu. Makhluk hidup bersel satu (uniseluler) tersusun atas hanya satu sel,sedangkan makhluk hidup bersel banyak (multiseluler) tersusun atas banyak sel. Di dalam sel, berlangsung semua aktivitas kehidupan,seperti reproduksi dan respirasi.
B.     Rumusan Masalah
Bagaimanakah perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan ?
C.     Tujuan
Untuk mengetahui perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan.





BAB II
KAJIAN TEORI

A.   Teori tentang SEL
      Beberapa teori yang di kemukakan oleh para ahli yaitu :
1. Robert Hooke (1665)
Setelah mengamati ganus kering menggunakan sebuah mikroskop sederhana, Hooke mendefinisikan sel sebagai ruangan-ruangan kecil yang di batasi oleh dinding. Istilah sel di tulis dalam bukunya yang berjudul Micrographia dan kemudian di perkenalkan pada dunia ilmu pengetahuan.
2. Felix Fontana (1781)
Fontana adalah orang yang pertama kali menemukan adanya nukleus ( inti Sel ) di dalam sel hewan. Dia juga menggambarkan adanya nukleolus (anak inti) di dalam nukleus.
3. Matthias Jacob Schleiden (1838)
Menurut schleiden , semua tumbuhan tersusun atas sel-sel. Schleiden juga menyimpulkan bahwa sel merupakan unit struktural dan fisiologi pada makhluk hidup.
4.Johannes Purkinje (1839)
Purkinje menemukan istilah protoplasma atau bahan pertama. Purkinje meyakini bahwa kunci untuk mempelajari sel terletak di dalam protoplasma.
5.Max Schultze (1861)
Pada tahun 1861, schultze mendefinisikan sel sebagai suatu massa protoplasma yang mengandung sebuah nukleus serta identik pada hewan dan tumbuhan.
6. Robert Brown (1831)
Robert Brown adalah orang yang pertama kali menyatakan bahwa nukleus merupakan bagian dari sel hidup.
Menurut : Henny Riandari 2007
                                                                                             Halaman : 3-4
B.     Susunan Kimiawi SEL
      Sel tersusun atas bahan-bahan anorganik dan bahan-bahan organik untuk membentuk sitoplasma baru dan untuk menghasilkan energi.
1. Bahan-Bahan Anorganik
a.       Air
      Air merupakan salah satu unsur yang terpenting dan merupakan bagian terbesar penyusun protoplasma (95 %) sel.Protoplasma adalah bahan hidup dala sel,berupa cairan koloid campuran protein,lemak,karbohidrat dan bahan-bahan organik lainnya serta organel-organel sel,tetapi biasanya tidak termasuk vakuola yang besar.
      Air juga berperan sebagai pelarut untuk bahan-bahan organik dan berperan dalam reaksi-reaksi biokimia yang terjadi dalam sel.,sebagai transportasi nutrisi menuju sel,serta transportasi hasil sekresi dan hasil ekskresi dari sel.
b.      Garam Mineral
      Garam-garam mineral yang terdapat pada protoplasma berada dalam bentuk-bentuk ion-ionnya,contoh NaCl terdapat dalam bentuk ion-ion Na+ dan ion-ion Cl-. Garam-garam anorganik dan ion-ion berfungsi membantu pemeliharaan stabilitas pH dan membantu mengatur tekanan osmotik.
c.       Gas-gas
      Gas-gas yang merupakan komponen kimiawi sel,antara lain oksigen,karbon dioksida,nitrogen dan amonia. Oksigen masuk kedalam sel melalui respirasi sel. Fungsinya untuk oksidasi zat-zat makanan guna memperoleh energi. Oksigen juga merupakan sisa dari sintesis karbohidrat oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis. Didalam tubuh hewan ,karbondioksida di gunakan untuk pembentukan ion CO3- dan HCO3- dalam aliran tubuh. Adapun bagi tumbuhan,karbondioksida merupakan bahan mentah ,bersama air (H2O) untuk menyentesis karbohidrat.
2. Bahan-bahan Organik
a.       Karbohidrat
      Karbohidrat merupakan suatu kelompok besar senyawa-senyawa organik yang tersusun atas karbon,hidrogen,dan oksigen. Karbohidrat dalam sel hanya sekitar 1 %,karbohidrat dalam sel memiliki daya ubah dan manfaat yang tinggi sebagai energi untuk metabolisme dalam sel.
      Gula sederhana dikenal dengan nama monosakarida,contohnya glukosa dan fruktosa. Fruktosa dapat ditemukan pada buah,madu dan beberapa sayuran. Dua molekul gula sederhana ( misalnya glukosa ) dapat bergabung membentuk suatu molekul disakarida (maltosa). Monosakarida dan disakarida bersifat larut dalam air. Beberapa molekul monosakarida dapat bergabung membentuk polisakarida. Contoh polisakarida adalah zat pati,glikogen,amilum,pektin,kitin,lignin dan selulosa.
b.      Lemak
      Lemak merupakan suatu bahan yang mengandung karbon,hidrogen,dan oksigen. Lemak tersusun atas asam lemak dan gliserol ( suatu alkohol ). Meskipun terdapat dalam jumlah sedikit (12 %),lemak bersama protein berperan penting dalam pembentukan membran plasma dan struktur-struktur membran dalam sel. Lemak bersifat tidak larut dalam air,tetapi larut dalam pelarut organik seperti (etanol dan eter). Lemak dikelompokan menjadi lemak sederhana (lemak hewan,minyak tumbuhan dan lilin),fosfolipid,dan steroid.
      Lemak yang terdapat pada sel hewan umumnya merupakan lemak yang mengandung asam lemak jenuh. Umumnya berbentuk kental atau setengah padat. Contoh asam lemak jenuh yaitu asam asetat,propionat,butirat,palmitat,dan stearat.
      Adapun lemak yang terdapat pada tumbuhan adalah lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh. Pada suhu kamar asam lemak tak jenuh berbentuk cair,contohnya asam asetat,linoleat,dan linolenat.
c.       Protein
      Protein merupakan penyusun protoplasma terbesar kedua (15 %) setelah air. Protein merupakan makro molekul yang tersusun atas polimer-polimer asam amino yang membentuk ikatan bersama yaitu ikatan peptida. Setiap protein terdiri atas satu atau lebih rantai polipeptida.
      Protein dapat dikelompokan menjadi protein struktural dan protein reaktif. Protein struktural meliputi kolagen,elastin dan keratin. Protein struktural merupakan protein penyusun struktur sel,misalnya membran sel,mitokondria,ribosom dan kromosom. Adapun protein kreatif
Menurut : Henny Riandari 2007
Halaman : 4-8    
C.   Struktur dan Fungsi SEL
      Ukuran sel eukariotik umumnya lebih besar dibanding dengan sel prokariotik. Selain itu,sel eukariotik mengandung nukleus sejati,yaitu memiliki inti yang jelas terbungkus oleh suatu membran dan berisi genom DNA. Sel eukariotik juga memiliki sistem membran internal. Struktu-struktur yang dibatasi oleh membran internal disebut organel. Macam organel yang terdapat pada sel eukariotik antara lain mitokondria,kloroplas,retikulum endoplasma,badan golgi,lisosom,vakuola,dan sentriol. Secara umum ,struktur sel terdiri atas membran sel ,nukleus,sitoplasma dan organel sel.
1. Membran sel
Membran sel disebut juga membran plasma. Fungsi membran plasma sel sebagai berikut.
·         Sebagai sekat pembatas antara isi sel dan lingkungan di luar sel.
·         Sebagai reseptor (penerima)
·         Sebagai tempat terjadinya reaksi kimia,misalnya respirasi sel.
·         Sebagai pengendali dan pengontrol transportasi zat dari dan ke dalam sel.
·         Sebagai batas antar sel
            Membran sel merupakan pintu gerbang keluar masuknya zat dari dan kedalam sel.  Membran sel bersifat semipermiabel sebab hanya dapat di lalui oleh air dan molekul gas.    Membrane sel ini juga dikatakan bersifat diferensial permeable karena membrane sel dapat dilalui oleh zat-zat tertentu,tetapi sebagian zat lainnya di tahan,misalnya glukosa,asam amino ,asam lemak dan gliserol. Membrane sel tersusun atas lemak dan protein.
Menurut : Henny Riandari 2007
                                                                                                         Halaman : 9
2.   Nukleus
        Nukleus atau inti sel biasanya berbentuk bundar atau oval,terletak di sekitar bagian tengah sel. Struktur yang merupakan pusat pengendali seluruh kegiatan sel,memiliki dua rangkap membran nukleus sebagai pembatas terhadap sitoplasma yang ada di sekelilingnya. Selaput luar nukleus berbatasan dengan retikulum endoplasma. Pada selaput atau membran nukleus terdapat pori-pori  sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran zat antara nukleus dan sitoplasma.
        Nukleus memiliki anak inti yang di sebut nukleolus. Nukleolus berbentuk bulat dan berfungsi sebagai organisator nukleus serta pembuat RNA. Nukleolus mengandung DNA dan matriks yang disebut nukleosom. Nukleosom merupakan getah inti yang mengandung protein ,enzim,dan nukleotida,substansi kimia serta ion-ion. Cairan dalam nukleulus dinamakan nukleoplasma atau karioplasma. Cairan ini lebih kental daripada sitoplasma.
Menurut : Henny Riandari 2007 dan Suaha Bakhtiar
3.      Sitoplasma
      Sitoplasma merupakan semua bagian dalam sel,kecuali membran plasma dan nukleus berupa koloid dengan ukuran 0,001-0,1 mikron. Pada sitoplasma terdapat matriks berbahan dasar cair yang di sebut sitosol,dan berbagai organ kecil yang di sebut organel. Adanya sistem koloid dalam sitoplsma memungkinkan sitoplasma mengalami perubahan berupa fase sol (kondisi koloid encer) dan fase gel (kondisi koloid setengah padat)
      Sifat-sifat sitoplasma anatara lain mengandung senyawa organik yang dapat berupa karbihidrat,protein,lemak dan asam nukleat. Selain itu sitoplsama juga mengandung senyawa anorganik yang berupa air,garam-garam mineral dan gas.
      Sitoplasma merupakan gudang bahan kimia vital ,tempat terjadinya proses glikolisis,tempat sintesis asam lemak nukleotida serta asam amino. Sitoplasma berfungsi membantu membran sel dalam tugasnya sebagai “pintu keluar masuknya sel” zat. Sitoplasma dibagian tepi yang berdekatan dengan membran sel tampak lebih jernih dan padat. Bagian sitoplasma pada tumbuhan banyak mengandung plastida.
Menurut : Henny Riandari 2007
                                                                                                   Halaman : 11
4.      Organel Sel
     Didalam sel terkandung beberapa organel sel yaitu :
Ø  Retikulum Endoplasma
                 Retikulum endoplsma berfungsi sebagai penghubung selaput luar intidengan  sitoplasma  sehingga menjadi penghubung materi genetik antara inti sel dengan sitoplasma,sebagai transpor protein yang disentesis dalam ribosom serta berfungsi dalam biosintesis fosfolipid ,gliokolipid ,dan sterol.
                 Retikulum endoplasma merupakan sistem membran kompleks yang tersusun tidak teratur ,letaknya dekat dengan inti sel. Organela tersebut merupakan bangunan yang berbentuk ruangan-ruangan yang berdinding membran,saling berhubungan membentuk suatu anyaman. Masing-masing ruangan mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda sehingga dibedakan tiga jenis yaitu :
a.       Sisterna,berbentuk ruangan gepeng,kadang-kadang tersusun berlapis-lapis dan saling berhubungan.
b.      Tubuler ,berbentuk sebagai pipa-pipa kecil yang saling berhubungan
c.       Vesikuler ,berbentuk sebagai gelembung-gelembung yang berlapis.
           Terdapat dua jenis reticulum endoplasma , yaitu :
·         Retikulum endoplasma kasar,karena pada permukaanya terdapat ribosom
·         Retikulum endoplasma halus,karena pada permukaanya tidak terdapat ribosom
           Reticulum endoplasma halus maupun kasar berperan dalam sintesi dan transport berbagai macam substansi kimia. Retikiulum bertindak sebagai saluran berbagai macam sitoplasma yang menghubungkan diri dengan inti.
Ø  Ribosom
              Ribososom merupakan suatu partikel nukleoprotein,yaitu senyawa protein dengan molekul asam ribonukleat (RNA). Pada sel-sel eukariotik,setiap ribosom memiliki diameter berukuran sekitar 20mm,sedangkan pada sel-sel prokariotik ukurannya lebih kecil.
              Sebagian organel ini melekat pada membran retikulum endoplasma membentuk kelompok-kelompok yang disebut polisom,sedangkan yang selebihnya tersebar bebas di dalam sitosol bahkan kerap kali terdaapat pula organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. Organel ini berperan pada sintesis protein dan tahap-tahap sintesis protein.
Ø  Badan Mikro
      Badan mikro berisi kristal protein dari RE dan mengandung enzim katalase serta oksidase. Enzim katalase berfungsi untuk metabolisme lemak dan fotorespirasi. Selain itu juga berfungsi sebagai katalisator dalam penguraian hidrogen peroksida (H2O2) yang bersifat racun. Badan mikro dapat berupa peroksisom dan glioksisom.
a.    Peroksisom : Peroksisom mengandung enzim katalase yang berfungsi menguraikan hidrogen peroksida menjadi oksigen dan air. Sel yang banyak mengandung peroksisomadalah sel hati dan sel otot.
b.   Glioksisom : Berperan pada saat menghasilkan enzim katalase dan oksidase yang digunakan untuk proses metabolisme lemak,yaitu mengubah lemak menjadi gula untuk menghasilkan energi.
Ø  Kompleks golgi
      Badan golgi dibangun oleh membran yang berbentuk tubulus dan juga vesikula. Kompleks golgi berfungsi untuk :
v  Mengangkat dan mengubah secara kimia materi-materi yang terdapat di dalamnya
v  Menghasilkan lendir,lilin pada tanaman perca dan sekret yang bersifat lengket
v  Sebagai transpor lemak
v  Sekresi protein,glikoprotein,karbohidrat dan lemak
v  Membentuk lisosom
Badan golgi ini terdiri atas bagian-bagian sakula,vesikel sekretoris dan mikrovesikel.
a.    Sakula (Sisternal)
            Sakula berbentuk gelembung-gelembung pipih yang tersusun bertumpuk dan saling berhubungan. Didalam sakula terjadi perubahan protein menjadi kompleks karbohidrat protein dengan di tambahkannya ikatan karbohidrat. Dalam hal ini,kompleks golgi berperan dalam pembentukan karbohidrat yang akan di gabungkan dengan protein.
b.   Vesikel Sekretoris (Vesikula)
            Vesikel sekretoris berupa gelembung bulat yang terdapat didekat sakula. Vesikel sekretoris yang membawa protein ke luar sel akan menempel pada membran plasma dan kemudian akan melebur dengan membran plasma sehingga isi vesikel sekretoris akan keluar dari dalam sel. Dalam hal ini,kompleks golgi berperan memelihara membran plasma.
c.    Mikrovesikel (vakuola)
            Vakuola berupa gelembung kecil yang terdapat di sekitar sakula dan berasal dari retikulum endoplasma halus (REH). Secara umum kompleks golgi berperan sebagai alat seksresi,berperan dalam pembentukan lisosom,mentranspor dan mengubah secara kimia materi-materi yang terdapat di dalamnya,serta membuat enzim pencernaan yang belum aktif.
Ø  Mitokondria
      Mitokondria berfungsi sebagai tempat terjadinya respirasi sel untuk menghasilkan energi (ATP/Adenosin Trifosat). Mitokondria berbentuk bulat tongkat dan berukuran panjang antara 0,2-5 mm dengan diameter 0,5 mm.
      Mitokondria mempunyai membran rangkap yang mnegandung DNA dan ribosom,yang terselubung dua membran yang tersusun dari dua lapis fosfolipid,yaitu :
-       Membran luar : permukaan halus
-       Membran dalam : berkeluk-keluk yang di sebut krista.
Karena adanya DNA dan RNA,maka mitokondria dapat mensintesis protein sendidi. Selain itu di dalam mitokondria juga berlangsung proses-proses aerobik dalam siklus krebs.
Ø  Sentriol dan Sentrosom
      Sentrosom merupakan struktur silindris yang di bentuk oleh tabung-tabung halus dan berfungsi untuk mengatur arah gerak kromosom pada saat sel membelah.
      Sentriol tersusun dari mikrotubulus yang terdiri atas sembilan triplet,artinya rangkaian tiga-tiga berjumlah sembilan. Sentriol terletak di dekat inti sel dan berperan dalam pembelahan sel.
Ø  Sitoskeleton
      Sitoskeleton berfungsi sebagai rangka pada sel seperti halnya rangkapada tubuh manusia. Sitoskeleton memberikan bentuk pada sel dan membantu pengangkutan bahan-bahan di dalam sel. Sitoskeleton terbagi menjadi tiga jenis yaitu :
a.    Mikrofilamen
            Mikrofilamen adalah rantai ganda protein yang saling bertaut dan tipis. Berupa filamen aktin dan filamen miosin yang banyak di temukan pada sel otot lurik dan otot jantung.
b.   Filamen Intermediat
            Bahan-bahan yang menyusun filamen intermediat adalah keratin. Keratin merupakan protein  berbentuk serabut yang menggulung-gulung. Filamen intermediat berfungsi sebagai penahan tegangan dan memberikan bentuk sel dan sebagai jangkar bagi organel dan nukleus.
c.    Mikrotubul
            Mikrotubul adalah rantai protein yang berbentuk spiral dan spiral ini berbentuk tabung belubang. Mikrotubul tersusun oleh molekul-molekul tubulin yang merupakan polipeptida globuler. Mikrotubul dapat di temukan pada sel saraf dan sepanjang serabut saraf.
Menurut : Henny Riandari 2007
                                                                                                              Suaha Bakhtiar 2007
                                                                                                              Triyanto 2010
D.   Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
      Anatara sel hewan dan tumbuhan terdapat perbedaan pada bagian-bagian penyusun selnya. Pada sel tumbuhan terdapat kloroplas,dinding sel,dan vakuola,sedangkan pada sel hewan organel tersebut tidak ada.
1.   Sel Tumbuhan
    Organel yang dimiliki oleh sel tumbuhan tetapi tidak dimiliki oleh sel hewan adalah :
a.       Kloroplas : yaitu plastida yang memiliki zat warna berupa butiran-butiran hijau daun/klorofil.
Terdapat tiga macam plastida yaitu :
·         Kloroplas yaitu plastida yang berwarna hijau karena mengandung klorofil
·         Kromoplas yaitu plastida yang berwarna karena mengandung pigmen selain klorofil
·         Leukoplas merupakan plastida yang tidak mengandung zat warna. Leukoplas berfungsi sebagai untuk menyimpan cadangan makanan.
b.      Vakuola
      Vakuola adalah organel sitoplasma yang berisi cairan,dibatasi oleh selaput yang disebut tonoplas. Vakuola terbentuk karena pelipatan kedalam dari sepotong membran sel. Vakuola pada sel tumbuhan bersifat parmanen dan berukuran besar terutama pada sel-sel parenkim dan kolenkim. Vakuola pada tumbuhan umumnya berisi air,fenol,antosianin,alkaloid dan protein.
c.       Dinding Sel
      Dinding sel merupakan bagian sel tumbuhan yang letaknya paling luar dan menjadi ciri khas dari sel-sel tumbuhan. Dinding sel tersusun dari selulosahemiselulosa,pektin dan lignin (zat kayu). Dinding sel berfungsi memberi bentuk sel,melindungi bagian dalam dan bersama vakuola berperan dalam kekakuan sel. Pada saat penebalan dinding sel,ada bagian-bagian sel yang tidak mengalami penebalan sehingga terdapat celah yang di sebut noktah. Melalui noktah terjadi hubungan antara sel satu dan sel yang ain melalui penjuluran benang-benang sitoplasma yang sangat tipis yang di sebut plasmodesma. Plasmodesma berfungsi menghubungkan sitoplasma pada jaringan tumbuhan menjadi satu kesatuan sehingga memungkinkan terjadinya gerakan berbagai zat antarsel.
Menurut : Triyanto 2010
                                                                                                   Halaman : 12
2.   Sel Hewan
            Sel hewan tidak memilki dinding sel. Sebagai pembatas antara sel satu dan sel yang lainnya terdapat membran plasma. Karena tidak memilki dinding sel, maka sel hewan lebih lunak jika di bandingkan dengan sel tumbuhan.
            Sel hewan memiliki sentrosom yang tidak dimilki oleh sel tumbuhan. Di dalam sentrosom terdapat dua sentriol. Sentriol berperan penting dalam orientasi arah pada saat pembelahan sel . sel hewan umumnya tidak memilki vakuola,tetapi bila ada vakuolanya berukuran kecil.
Berikut tabel perbedaan sel hewan dan tumbuhan.
No.
        Ciri-ciri
        Sel Tumbuhan
                  Sel Hewan
1
Dinding Sel
Ada
Tidak ada
2
Plastida
Ada
Tidak ada
  3
Sentrosom
Tidak ada
Ada
  4
Vakuola
Ada,besar dan permanen
Tidak ada,bila ada ukurannya kecil

Menurut : Triyanto 2010
                                                                                                         Halaman : 13
            


BAB III
METODE PRAKTIKUM

A.   Waktu dan Tempat
Kami melakukan praktikum pada :
Hari : Jumat
Tanggal : 23 Juli 2010
Tempat : Laboratorium Biologi SMA Negeri 1 Tellusiattinge
B.   Alat dan Bahan
·         Bawang merah (Amilum Cepa )
·         Ketela pohon (Manihot utillisima)
·         Pandan surabaya (Rhoeo discolor)
·         Sel pipi manusia
·         Mikroskop
·         Pipet tetes
·         Sedotan
·         Silet
·         Kaca objek
·         Gelas kimi
C.   Cara kerja
1.      Pengamatan pada Sel Tumbuhan
a.       Mengiris setipis mungkin bawang merah,ketela pohon,pandan surabaya dengan menggunakan silet. Lalu mengambil bagian tipis yang transparan dan meletaakan di atas object gelas.
b.      Memberikan setetes air di atas preparat dengan menggunakan pipet tetes kemudian tutup dengan deg gelas.
c.       Mengamati di bawah mikroskop dari perbesaran lemah hingga kuat
d.      Menggambar dan memberi keterangan hasil pengamatan di lembar kerja yang telah disediakan
2.      Pengamatan pada Sel Hewan
a.       Menggoreskan dengan hati-hati tusuk gigi pada lapisan dalam rongga mulut,kemudian meletakkan pada objek gelas
b.      Memberi setetes air pada objeck gelas kemudian menutup dengan deg gelas
c.       Mengamati dibawah mikroskop dengan perbesaran kecil hingga besar
d.      Menggambar dan memberikan keterangan hasil pengamatan

















B. Pembahasan
          Pada hasil pengamatan kami dapat membahas perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan
1.      Sel pada Tumbuhan
a.       Bawang merah (Amilum cepa) : dikelaskan dalam famili Alliaceae dalam order Asparagales. Nama saintifiknya adalah Allium cepa var. aggregatum. Bawang merah adalah lebih kecil dan lebih manis dari bawang besar. Bawang merah merupakan sejenis tanaman semusim, memiliki umbi yang berlapis (bulb), berakar serabut, dengan daun berbentuk silinder berongga. Bawang merah mempunyai dinding sel dan sitoplasma. Dinding sel merupakan bagian sel tumbuhan yang letaknya paling luar dan menjadi ciri khas dari sel-sel tumbuhan. Dinding sel tersusun dari selulosa,hemiselulosa,pektin,dan lignin. Dinding sel pada tumbuhan berfungsi memberi bentuk sel. Sedangkan fungsi  sitoplasma yaitu tempat penyimpanan bahan kimia yang penting bagi metabolisma sel.
b.      Ketela pohon (Manihot utillissima) : pada ketela pohon hanya mempunyai bagian dinding sel yang berfungsi sebagai pelindung dan penunjang sel. Bentuk selnya tidak jauh berbeda dengan sel bawang merah yang bentuknya agak bulat.
c.       Pandan surabaya (Rhoeo discolor) : pada sel pandan surabaya terdapat dinding sel,kloroplas dan sitoplasma. Dinding sel letaknya paling luar dan menjadi ciri khas dari sel-sel tumbuhan yang berfungsi memberi bentuk sel dan sebagai pelindung atau penunjang sel.
2.      Sel pada Hewan
a.       Sel pipi manusia :pada sel pipi manusia terdapat sitoplasma,membran sel dan organel-organel sel. Membran sel berfungsi sebagai sekat pembatas antara isi sel dan lingkungan di luar sel,sebagai reseptor,tempat terjadinya reaksi kimia dan sebagai pengendali transportasi zat dari dan kedalam sel. Sedangkan sitoplasma berfungsi sebagai tempat terjadinya proses glikolisis,tempat sintesis asam lemak,nukleotida serta asam amino.


Secara umum perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan yaitu
No
Ciri-ciri
Sel tumbuhan
Sel hewan
1
Dinding sel
Ada
Tidak ada
2
Plastida
Ada
Tidak ada
3
Sentrosom
Tidak ada
Ada
4
Vakuola
Ada,besar dan parmanen
Tidak ada,bila ada ukurannya kecil















BAB V
PENUTUP
A.Kesimpulan
          Dari pembahasan di atas kami dapat menyimpulkan bahwa
1.      Sel adalah unit tekecil dari makhluk hidup
2.      Perbedaan secara umum antara sel tumbuhan dan sel hewan yaitu
No
Ciri-ciri
Sel tumbuhan
Sel hewan
1
Dinding sel
Ada
Tidak ada
2
Plastida
Ada
Tidak ada
3
Sentrosom
Tidak ada
Ada
4
Vakuola
Ada,besar dan parmanen
Tidak ada,bila ada ukurannya kecil

B. Saran
             Ada beberapa saran yang diajukan oleh penulis yaitu:
1.      Diharapkan agar pembaca dapat mengaplisikan hal-hal baru yang terdapat dalam makalah ini.
2.      Diharapkan kepada teman-teman yang akan membuat makalah,agar dilakukan seteliti dan secermat mungkin untuk mendapatkan hasil yang baik.








DAFTAR PUSTAKA
Henny Riandari.2007.Sains biologi SMA 2.Solo : PT. Tiga serangkai Pustaka Mandiri
Suaha Bakhtiar.2007.Biologi SMA/MA XI.Bandung : PT Sarana Panca Karya Nusa
Triyanto.2010.Tuntunan ke universitas.Jakarta : Graha Pustaka Jakarta
Internet.         


Artikel Terkait:

0 komentar:

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

Follow By Twitter

 

NRT LPU. Copyright 2012 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com